Selasa, 12 Februari 2013

Ceritaku Tentang Bola


Aku lahir di keluarga yang hobi olahraga. Bukan atlet tapi mereka hobi akan olahraga. Mulai dari Ayahku yang hobi banget dengan voli dan bermain skipping, Ibuku yang hobi bulutangkis, om dan tanteku yang suka semua olahraga.

Kisah ini berawal saat kelas 3 SD ke sulawesi (sekedar info disekolah sebelumnya aku adalah siswa hiperaktif). Pindah di lingkungan yang serba baru, budaya baru dan kebiasaan teman-teman yang baru membuatku menjadi pendiam. Saat istirahat rupanya teman-teman sekolahanku menghabiskan waktu bermain benteng (permainan yang mengandalkan kecepatan lari agar tidak ditangkap) dan sepak takraw. Singkat kata aku mulai belajar bermain takraw dengan pagar sebagai net-nya.

Ibuku adalah orang yang sangat protektiv terhadap anak-anaknya, maklum teman-teman dilingkunganku sedikit "bengal". Karena alasan itu ibuku menyiapkan segala peralatan olahraga agar kami bisa bermain dihalaman rumah sendiri. Di halaman rumahku disediakan peralatan raket badminton, bola voli, sepak takraw, meja tenis dan bola kaki. Sisi positifnya adalah nilai Penjaskesku selalu sempurna + mendapat pujian guru. Sebenarnya aku sudah mulai bermain voli sejak kelas 2 SD saat liburan ke lokasi kerja ayahku. disana aku bermain dengan orang-orang dewasa teman kerja ayahku. Kelas 6 SD aku terpilih masuk skuad sepakbola mewakili sekolahku melawan sekolah tetangga. Posisi pertamaku adalah gelandang bertahan. Hasilnya adalah kalah telak penyebabnya penyerang kami mangalami luka.

Masuk SMP aku pertama kali mengenal bola basket. Sungguh aku pemain basket yang payah. Ketika masuk SMA kelas 2 ada pertandingan antar kelas. Saat itu aku mulai lagi menendang bola setelah rehat 5 tahun. Pertandingan pertama kami menggunakan kostum sewaan berwarna putih. Nomor punggungku 14 dan posisiku bek sayap. Kami menang 2 kali tapi pertandingan penentuan kami WO karna ancaman kelas sebelah dan hasilnya kami didiskualifikasi.

Pertama kali mengenal futsal ketika tahun 2006 saat selesai kuliah kami diajak seorang teman main futsal di Lapangan Centro yang baru saja di buka. Posisiku lagi-lagi menjadi bek sayap sampai pada tahun 2008 akhirnya menjadi penyerang.

Sepakbola adalah hobi utamaku diantara hobi olahraga lainnya. aku suka voli, aku suka takraw, aku suka tenis meja, aku suka badminton, aku suka bersepeda, aku suka berenang, aku suka basket, aku suka berlari, aku suka senam, aku suka kasti, aku suka berperahu, aku suka memancing, aku suka memanjat, aku suka bergantung dan banyak lainnya yang sampai-sampai aku lupa.

Minggu, 10 Februari 2013

Cara Menambal Ban Dalam Motor dan Sepeda

Cara menambal ban dalam motor dan sepeda adalah materi yang saya sampaikan pada Sharing Session saat Co-Op program bebrapa bulan lalu. Tips ini merupakan pengalama pribadiku saat masih SD yang sangat suka bersepeda. Langsung saja, alat-alat yang harus disiapkan adalah obeng, kikir tangan, potongan ban dalam, lem Castol dan pompa tangan.
Caranya adalah sebagai berikut:
  • Keluarkan ban dalam menggunakan obeng
  • Pompa ban dalam untuk mengetahui posisi kebocoran dan tandai menggunakan lidi atau kayu kecil (fungsinya untuk menandai lokasi bocor)
  • Haluskan permukaan ban dalam yang bocor dan potongan ban menggunakan kikir
  • Lumuri permukaan yang telah dihaluskan dengan lem
  • Diamkan lem mengering kurang lebih 15 menit sampai lem mengering (lem ini hanya akan merekat jika sudah kering)
  • Tempelkan potongan ban dalam ke permukaan yang bocor kemudian di pukul-pukul agar merekat sempurna
  • Masukkan kembali ban dalam ke velg motor kemudian pompa
Selamat mencoba.